BERITANEWSID.COM, LAMPUNG SELATAN – Proyek peningkatan Jalan Pelajar menuju SMK di Dusun 7, Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, menuai sorotan tajam. Proyek yang menelan anggaran Rp797.073.487 dari APBD Lampung Selatan Tahun Anggaran 2026 itu disebut baru selesai dikerjakan, namun kondisi fisiknya sudah memunculkan sejumlah persoalan.
Sorotan mencuat setelah video berdurasi sekitar delapan detik yang direkam dari atas sepeda motor pada Jumat (3/10/2026) beredar di media sosial.
Dilokasi tersebut terlihat permukaan rabat beton yang masih tampak baru. Namun, pada sejumlah bagian terlihat permukaan tidak rata dan terdapat retakan. Pinggiran jalan juga masih berbatasan langsung dengan tanah dan belum terlihat bahu jalan yang tertata serta padat secara merata.
Kondisi itu semakin menjadi perhatian karena sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 15.40 WIB, tim menemukan bagian bibir coran pada titik yang sama dalam kondisi rontok dan tampak kropos. Sejumlah material agregat bahkan terlihat lepas dan berhamburan di sisi jalan.
Proyek hampir Rp800 juta, tetapi baru selesai sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan?
Pertanyaan tersebut kini menjadi keresahan warga. Masyarakat mempertanyakan bagaimana proses pengawasan pekerjaan dilakukan sejak tahap pelaksanaan hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
Bukan hanya soal tampilan fisik, warga juga meminta pemerintah memastikan apakah seluruh pekerjaan benar-benar telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume, mutu material, metode pelaksanaan, serta ketentuan yang tercantum dalam kontrak.
Proyek tersebut tercatat sebagai:
Pekerjaan: Peningkatan Jalan Pelajar (Menuju SMK) Kedaton
Nomor Kontrak: 136/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2026
Nilai: Rp797.073.487
Pelaksana: CV Anja Raya
Sumber Dana: APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2026.
Dengan nilai pekerjaan mencapai hampir Rp800 juta, masyarakat menilai kualitas hasil pembangunan tidak boleh sekadar terlihat baru dan selesai secara administratif.
Jalan tersebut merupakan fasilitas publik yang akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, mutu konstruksi menjadi bagian penting yang harus dipastikan sejak awal.
Jika benar ditemukan kerusakan atau bagian pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi, warga meminta pemerintah tidak menutup mata dan segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.
Warga Dusun 7 mendesak Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan turun langsung ke lokasi.
Mereka meminta pemerintah tidak hanya menerima laporan dari bawahan, tetapi melihat sendiri kondisi jalan yang kini menjadi sorotan masyarakat.
“Kalau memang pekerjaan ini sudah sesuai spesifikasi, silakan pemerintah menunjukkan hasil pemeriksaannya. Tetapi kalau ada yang tidak sesuai, harus diperbaiki dan jangan sampai masyarakat dirugikan,” menjadi harapan warga.
Sorotan masyarakat juga diarahkan kepada fungsi pengawasan proyek. Sebab, kualitas pekerjaan konstruksi seharusnya dapat diketahui sejak proses pengerjaan berlangsung, bukan setelah jalan selesai dan kemudian muncul keluhan.
Publik kini menunggu ketegasan Pemkab Lampung Selatan: apakah akan melakukan pemeriksaan lapangan secara terbuka, meminta pihak pelaksana memperbaiki bagian yang bermasalah, atau membiarkan persoalan tersebut berlalu tanpa penjelasan.?
Hingga berita ini ditayangkan, CV Anja Raya dan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi fisik proyek tersebut.
Beritanewsid.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana, konsultan pengawas maupun Dinas PUPR Lampung Selatan untuk memberikan penjelasan mengenai kualitas dan pelaksanaan pekerjaan.
(Red)
![]()







