BERITANEWSID.COM, LAMPUNG SELATAN – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya mendukung gerakan Jurnalisme Positif sekaligus menolak penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan pemberitaan yang tidak berimbang.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua IWO Lampung Selatan, Sior Aka Prayudi, dalam kegiatan penandatanganan Komitmen Bersama “Jurnalisme Positif” yang digagas Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Lampung.
Kegiatan berlangsung di Aula Senaya Beach, Kalianda, Senin (14/9/2026), dan dihadiri pimpinan organisasi wartawan serta insan pers se-Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, IWO Lampung Selatan menyatakan siap mengawal praktik jurnalistik yang mengedepankan akurasi, keberimbangan, verifikasi, serta kepentingan publik.
Sior Aka Prayudi menilai tantangan media di era digital semakin kompleks. Kecepatan dalam menyampaikan informasi, menurutnya, tidak boleh mengorbankan kebenaran dan akurasi sebuah berita.
“Kami dari IWO Lampung Selatan menyatakan sikap mendukung penuh Komitmen Bersama Jurnalisme Positif ini. Saat ini tantangan terbesar media adalah kecepatan yang kerap mengalahkan kebenaran,” ujar Sior.
Ia menegaskan, wartawan online harus mampu menjadi bagian dari solusi di tengah derasnya arus informasi digital.
Karena itu, IWO Lampung Selatan berkomitmen menolak keras hoaks, ujaran kebencian, serta pemberitaan yang tidak berimbang.
“Kami berkomitmen menolak keras hoaks, ujaran kebencian, dan pemberitaan yang tidak berimbang. Wartawan online harus menjadi pelopor jurnalisme yang mencerdaskan masyarakat,” tegasnya.
Sior mengatakan, komitmen tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan. IWO Lampung Selatan juga akan mendorong pembinaan internal bagi para anggotanya agar setiap produk jurnalistik yang diterbitkan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip jurnalistik.
Menurutnya, proses verifikasi dan konfirmasi menjadi bagian penting sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mempertahankan kredibilitas media di tengah maraknya informasi yang beredar melalui media sosial.
Sementara itu, Ketua IJTI Pengurus Daerah Lampung, Andreas Afandi, menjelaskan bahwa Komitmen Bersama Jurnalisme Positif lahir dari keprihatinan insan pers terhadap maraknya disinformasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.
Penandatanganan komitmen tersebut juga disaksikan perwakilan KPI Daerah Lampung, PWI, AJI, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Lebih lanjut, Sior menegaskan IWO Lampung Selatan siap membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Namun, sinergi tersebut tetap akan berjalan dalam koridor independensi pers.
IWO, kata dia, tidak ingin hanya diposisikan sebagai pengkritik pemerintah, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan dan mengangkat berbagai potensi daerah.
“Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis. Tugas kami bukan hanya mengkritisi, tapi juga mengangkat potensi daerah, mengawal program pemerintah, dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kritik tetap menjadi bagian penting dalam fungsi pers. Namun, kritik harus disampaikan berdasarkan data, fakta, dan kepentingan masyarakat.
“Itulah wujud nyata Jurnalisme Positif,” pungkas Sior.
Melalui komitmen tersebut, PD IWO Lampung Selatan berharap tercipta ekosistem pers yang semakin sehat, profesional, independen, dan bertanggung jawab, sekaligus mampu menghadirkan informasi yang mencerdaskan masyarakat.
(Red)
![]()










