Beranda / Tulang Bawang / Jalintim Bujung Tenuk Gelap, Anggaran PJU Rp4,66 Miliar Dipertanyakan

Jalintim Bujung Tenuk Gelap, Anggaran PJU Rp4,66 Miliar Dipertanyakan

BERITANEWSID.COM, TULANG BAWANG – Gelapnya sejumlah titik di Jalan Lintas Timur (Jalintim), kawasan Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, memicu keluhan warga dan pengguna jalan.

Sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) disebut tidak berfungsi pada malam hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ruas Jalintim merupakan jalur utama yang dilalui kendaraan pribadi, angkutan barang hingga kendaraan berat.

Persoalan penerangan itu kemudian dikaitkan warga dengan besarnya anggaran yang tercantum dalam paket “Belanja Listrik Lampu Jalan” pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tulang Bawang.

Berdasarkan informasi paket yang menjadi perhatian masyarakat, Kode Paket 10190552000 tercantum dengan nilai pagu sebesar Rp4.669.606.900.

Besarnya nilai tersebut membuat warga mempertanyakan peruntukan dan realisasi anggaran, khususnya apabila masih terdapat fasilitas PJU yang tidak berfungsi di sejumlah titik Jalintim.

Namun, nilai pagu sebuah paket anggaran tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh dana tersebut diperuntukkan khusus bagi PJU di kawasan Bujung Tenuk. Karena itu, diperlukan penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai komponen belanja, cakupan pekerjaan, serta realisasi anggarannya.

Warga Minta Jangan Sekadar Perbaikan Setelah Disorot

Warga Bujung Tenuk berinisial AL mengatakan kondisi jalan yang gelap menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari.

“Jalan ini jalur utama kendaraan besar dan dekat dengan permukiman warga. Kalau malam gelap, tentu membuat pengendara khawatir. Kami mempertanyakan bagaimana pengelolaan anggaran penerangan jalan tersebut,” ujar AL.

Ia berharap pemerintah segera melakukan pengecekan dan memperbaiki PJU yang mengalami kerusakan.

“Kalau memang lampunya rusak, segera diperbaiki. Kalau ada persoalan pembayaran listrik atau pemeliharaan, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan,” katanya.

Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan

Minimnya penerangan pada jalur yang dilalui kendaraan berat dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Penerangan yang memadai dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan dan lingkungan sekitar, terutama ketika melintas pada malam hari.

Warga meminta pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan untuk melakukan pembenahan.

Selain perbaikan fisik, masyarakat juga mendorong keterbukaan mengenai pengelolaan anggaran PJU agar publik mengetahui apakah anggaran yang tersedia telah direalisasikan sesuai peruntukan.

Dorong Pemeriksaan Jika Ada Ketidaksesuaian

Masyarakat juga meminta Inspektorat maupun aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan apabila nantinya ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara dokumen anggaran, realisasi pembayaran, pemeliharaan fasilitas dan kondisi PJU di lapangan.

Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan penggunaan uang negara berjalan sesuai ketentuan.

Namun, dugaan penyalahgunaan anggaran tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi lampu yang padam. Hal tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen, kontrak, laporan realisasi, pembayaran listrik, serta pemeriksaan fisik.

“Yang kami minta sederhana, lampu jalan diperbaiki dan penggunaan anggarannya transparan. Kalau memang sudah sesuai aturan, jelaskan kepada masyarakat. Kalau ada masalah, harus ditindaklanjuti,” tegas AL.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Tulang Bawang belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi PJU di kawasan Bujung Tenuk maupun rincian penggunaan paket anggaran tersebut.

Redaksi BeritaNewsID membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Dinas Perhubungan Kabupaten Tulang Bawang serta pihak terkait untuk memberikan penjelasan kepada publik.

(Joni/Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *