Beranda / Tulang Bawang / Dugaan Mafia Solar di SPBU BUMD Tulang Bawang Disorot: Penyelidikan 24 Juni 2026 Dipertanyakan

Dugaan Mafia Solar di SPBU BUMD Tulang Bawang Disorot: Penyelidikan 24 Juni 2026 Dipertanyakan

BERITANEWSID.COM, TULANG BAWANG – Dugaan praktik penyalahgunaan dan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di SPBU milik BUMD Kabupaten Tulang Bawang kembali menjadi sorotan.

Informasi yang dihimpun dari lapangan mengindikasikan adanya dugaan aktivitas pelangsiran BBM subsidi yang dilakukan secara berulang menggunakan sejumlah kendaraan.

Praktik tersebut diduga tidak sebatas pengisian menggunakan wadah seperti jeriken, ember atau drum, tetapi juga menggunakan kendaraan yang disebut telah mengalami modifikasi pada bagian tangki.

Sejumlah kendaraan, termasuk truk Colt Diesel dan kendaraan minibus berbahan bakar solar, diduga melakukan pengisian berulang pada waktu-waktu tertentu.

Pola aktivitas tersebut disebut berlangsung sejak pagi, sore hingga malam hari. Dugaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di SPBU tersebut.

Dugaan Kerja Sama Oknum dan Pelangsir

Lebih jauh, informasi dari lapangan juga memunculkan dugaan adanya kerja sama antara oknum petugas SPBU dengan pihak yang melakukan pelangsiran.

Bahkan, muncul dugaan pemberian uang tips atau imbalan tertentu dalam setiap aktivitas pengisian.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dan penyelidikan aparat penegak hukum.

Jika benar terjadi, praktik semacam ini berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat sesuai ketentuan.

Masyarakat pun berhak mengetahui apakah pengawasan terhadap penyaluran Bio Solar di SPBU tersebut telah berjalan sebagaimana mestinya.

Pertanyaan terbesar kini mengarah pada proses pemeriksaan yang disebut telah dilakukan pada 24 Juni 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya langkah pemeriksaan atau penyelidikan terkait dugaan penyimpangan tersebut.

Namun, perkembangan maupun hasil pemeriksaan tersebut hingga kini belum diketahui secara terbuka.

Ketiadaan informasi yang jelas mengenai tindak lanjut pemeriksaan tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Apakah ditemukan pelanggaran? Apakah ada pihak yang telah dimintai keterangan? Atau justru tidak ditemukan bukti yang cukup?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut semestinya dapat dijawab secara transparan oleh pihak yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan maupun penanganan.

Jangan sampai dugaan pelanggaran distribusi BBM subsidi justru berhenti sebagai pemeriksaan tanpa kejelasan.

Masyarakat meminta agar dugaan penyimpangan tersebut ditelusuri secara objektif dan profesional.

Jika memang tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan seharusnya dapat dijelaskan sehingga tidak menimbulkan spekulasi.

Sebaliknya, apabila ditemukan bukti pelanggaran, masyarakat berharap aparat penegak hukum mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Terlebih, BBM bersubsidi merupakan komoditas yang mendapat perhatian khusus karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Dugaan praktik pelangsiran dalam jumlah besar, apabila terbukti, tidak hanya menyangkut persoalan disiplin operasional, tetapi dapat masuk ke ranah hukum.

Sorotan juga tertuju kepada PT Tulang Bawang Jaya selaku BUMD yang menaungi SPBU tersebut.

Manajemen perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan penyaluran Bio Solar, termasuk bagaimana perusahaan memastikan tidak terjadi pengisian berulang yang melanggar ketentuan.

Publik juga menunggu penjelasan mengenai benar atau tidaknya pemeriksaan pada 24 Juni 2026 serta apa hasil dari pemeriksaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Tulang Bawang Jaya dan pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi kepada BeritaNewsID.com terkait seluruh dugaan yang muncul.

BeritaNewsID.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada manajemen PT Tulang Bawang Jaya, pengelola SPBU, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.

Redaksi juga menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dalam pemberitaan ini masih memerlukan verifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.

(Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *