BERITANEWSID.COM, LAMPUNG SELATAN – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mendapat perhatian serius pemerintah Kecamatan Rajabasa dan kepolisian. Kolaborasi diperkuat untuk memastikan masyarakat, khususnya warga pesisir, nelayan, dan wisatawan, tetap waspada serta mengutamakan keselamatan.
Camat Rajabasa, Firdaus, SE., MM., mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, warga diminta tidak lengah dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah maupun instansi yang berwenang.
Imbauan tersebut disampaikan Firdaus saat menghadiri pawai Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu (5/9/2026).
“Setelah dengar informasi GAK erupsi, saya langsung bagikan masker yang memang sudah standby di mobil saya,” ujar Firdaus.
Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi bagi masyarakat, mengingat aktivitas warga di kawasan pesisir masih berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat Kecamatan Rajabasa untuk tetap tenang, tetapi jangan lengah. Tingkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi yang berwenang,” lanjutnya.
Firdaus juga meminta pemerintah desa memperkuat koordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait. Setiap perkembangan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau diharapkan segera disampaikan kepada masyarakat melalui informasi resmi untuk mencegah kepanikan dan beredarnya kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Mari kita bersama-sama menjaga ketenangan, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap arahan petugas,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Firdaus juga akan berkoordinasi dengan UPT Puskesmas Rajabasa untuk membantu penyediaan dan pembagian masker kepada masyarakat.
“Nanti saya calling pihak UPT Puskesmas malam ini juga agar turut membantu memberikan masker kepada warga masyarakat karena mereka sekarang banyak yang di luar,” ucapnya.
Sementara itu, kepolisian turut bergerak melakukan langkah preventif. Bhabinkamtibmas Desa Canti, Aipda Deni Madyistira, melakukan sambang dan patroli dialogis untuk mengingatkan masyarakat mengenai keselamatan di sekitar perairan Selat Sunda.
Imbauan terutama ditujukan kepada nelayan, wisatawan, serta warga yang melakukan aktivitas di kawasan pesisir dan perairan.
Aipda Deni meminta masyarakat mematuhi rekomendasi pemerintah dengan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Desa Canti dan sekitarnya agar tetap tenang, namun jangan lengah. Demi keselamatan bersama, jangan melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Anak Gunung Krakatau. Ikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan,” ujar Aipda Deni.
Ia juga mengingatkan nelayan dan warga agar tidak mengabaikan informasi maupun peringatan petugas terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta memantau informasi melalui sumber resmi serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenaran maupun sumbernya.
Apabila terjadi perubahan situasi di wilayah pesisir atau perairan Selat Sunda, warga diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun petugas terkait.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan. Jangan mendekati kawasan yang sudah ditetapkan dalam rekomendasi pemerintah,” tegasnya.
Kolaborasi pemerintah Kecamatan Rajabasa dan kepolisian ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemerintah dan aparat mengajak warga tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi seluruh arahan dan rekomendasi petugas.
Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan.
(Red)
![]()










