Beranda / Lampung Selatan / Ribuan Warga Rajabasa Kompak Tolak Air Citiis Diambil PDAM, Material Pipa Diminta Angkut

Ribuan Warga Rajabasa Kompak Tolak Air Citiis Diambil PDAM, Material Pipa Diminta Angkut

BERITANEWSID.COM, LAMPUNG SELATAN – Rencana pemanfaatan sumber mata air Citiis oleh PDAM Tirta Lampung Selatan memicu penolakan keras dari masyarakat. Ribuan warga dari tiga desa di Kecamatan Rajabasa, yakni Desa Cugung, Kerinjing, dan Batu Balak, sepakat menolak pengambilan air yang dinilai dapat mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat setempat.

Penolakan itu disampaikan dalam musyawarah bersama tiga desa. Warga menilai rencana pemanfaatan sumber mata air Citiis dilakukan tanpa sosialisasi yang memadai kepada masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber tersebut.

Kekhawatiran warga semakin kuat karena debit air yang akan dimanfaatkan PDAM dinilai berpotensi mengurangi pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Mata air Citiis selama ini menjadi salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat Desa Cugung, Kerinjing, dan Batu Balak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, warga mempertanyakan rencana pengambilan air dalam jumlah tertentu untuk kebutuhan di luar tiga desa tersebut.

Kekhawatiran tersebut dituangkan warga melalui poster yang dibentangkan saat musyawarah.

“Kami Warga Desa Cugung, Kerinjing, dan Batu Balak, Menolak Pengambilan Sumber Air Bersih dari Citiis oleh PDAM Karena Kami Juga Kekurangan dan Kekeringan.”

Tulisan tersebut menggambarkan keresahan warga yang khawatir pemanfaatan sumber mata air secara besar-besaran justru berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat setempat.

Kepala Desa Cugung, Syafrudin Ali, yang menyampaikan sikap masyarakat tiga desa, menegaskan penolakan terhadap rencana pengambilan air dari sumber mata air Citiis.

Menurut Syafrudin, berdasarkan informasi yang diterima masyarakat, air dari Citiis rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih menuju kawasan Bakauheni.

Ia menegaskan masyarakat tidak menolak pembangunan, namun meminta sumber mata air yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga tetap dijaga kelestariannya.

“Kami tetap menolak dengan keras rencana pengambilan air bersih dari sumber mata air Citiis yang akan dilakukan oleh PDAM Lampung Selatan. Tidak ada tawaran atau kompromi bagi kami. Perjuangan ini adalah upaya mempertahankan keberlanjutan sumber mata air agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” tegas Syafrudin.

Pernyataan tersebut disambut seruan persetujuan dari masyarakat yang hadir dalam musyawarah.

Tak hanya menyatakan penolakan, masyarakat tiga desa juga meminta seluruh aktivitas terkait rencana pemanfaatan sumber mata air Citiis dihentikan.

Material yang sebelumnya telah berada di lokasi, termasuk pipa yang telah dipasang, diminta segera diangkut kembali.

Syafrudin mengatakan masyarakat memberikan tenggat waktu sekitar satu minggu kepada pihak PDAM untuk mengangkut material tersebut.

“Semua sudah setuju dan kita berikan waktu kurang lebih satu minggu untuk pihak PDAM segera melakukan pengangkutan material pipa,” tambahnya.

Warga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah dengan melibatkan masyarakat tiga desa sebagai pihak yang selama ini memanfaatkan sumber mata air Citiis.

Masyarakat juga meminta agar setiap rencana pemanfaatan sumber daya air mempertimbangkan kebutuhan warga setempat serta keberlangsungan sumber mata air untuk jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Tirta Lampung Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan warga maupun permintaan pengangkutan material pipa tersebut.

(Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *