BERITANEWSID.COM, LAMPUNG SELATAN – Aktivitas masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian. Tim gabungan BKSDA, Sat Polair Polres Lampung Selatan, Dit Polair Polda Lampung dan Sie Dokes Polres Lampung Selatan memperketat patroli untuk mencegah siapa pun memasuki zona terlarang.
Patroli yang dimulai sejak Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026) tersebut menemukan seorang nelayan yang tengah menjaring ikan di kawasan yang tidak diperbolehkan.
Tak hanya itu, petugas juga mendapati sebuah speedboat berwarna putih yang diduga membawa wisatawan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Saat petugas melakukan pendekatan untuk pengecekan, speedboat tersebut justru berbalik arah menuju perairan Banten.
Kasat Polair Polres Lampung Selatan Iptu Panpan Hermayadi, S.H., mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, mengatakan patroli dilakukan sebagai bentuk pengawasan bersama terhadap aktivitas masyarakat di kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Patroli ini merupakan upaya bersama untuk memastikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” ujar Panpan.
Tim gabungan berangkat dari PPI Dermaga Bom Kalianda menuju Pulau Sebesi pada Sabtu siang. Setelah mendapatkan pembekalan, personel melanjutkan perjalanan menuju perairan Gunung Anak Krakatau dan melakukan pemantauan hingga malam hari.
Pada Minggu sekitar pukul 06.00 WIB, petugas menemukan seorang nelayan sedang menjaring ikan di radius yang tidak diperbolehkan dari Gunung Anak Krakatau.
Petugas langsung menghampiri dan memberikan teguran serta pemahaman mengenai larangan beraktivitas di kawasan tersebut. Nelayan itu kemudian diminta segera menjauh dari kawasan Gunung Anak Krakatau dan diberikan masker.
“Nelayan kami temukan sedang melakukan aktivitas di area yang tidak diperbolehkan. Kami berikan pemahaman dan meminta yang bersangkutan segera menjauh demi keselamatan,” kata Panpan.
Speedboat Mendekat, Petugas Langsung Bergerak
Setelah memberikan teguran kepada nelayan, tim kembali melakukan pemantauan terhadap kapal-kapal yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas melihat sebuah speedboat putih bergerak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Petugas kemudian berupaya melakukan pengecekan. Speedboat tersebut diduga datang dari arah Pulau Jawa dan membawa wisatawan yang hendak mendekati kawasan Krakatau.
Namun, saat tim melakukan pendekatan, speedboat tersebut memilih berbalik arah dan meninggalkan kawasan menuju perairan Banten.
“Ketika melihat kapal mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, tim langsung melakukan pengecekan. Namun kapal tersebut kemudian berbalik arah dan meninggalkan lokasi menuju perairan Pulau Jawa,” ujar Panpan.
Wisatawan di Dermaga Canti Dibekali Masker
Pengawasan juga dilakukan di daratan. Usai patroli di perairan Gunung Anak Krakatau, petugas melanjutkan kegiatan pencegahan di Dermaga Canti, Lampung Selatan.
Sejumlah wisatawan asal Jakarta yang hendak melakukan perjalanan menuju kawasan Krakatau diberikan masker sekaligus edukasi mengenai keselamatan dan batas zona aman.
Personel Sat Polair Polres Lampung Selatan Aiptu Welly F mengingatkan wisatawan agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau melewati batas yang telah ditentukan.
“Wisatawan kami imbau untuk selalu memperhatikan keselamatan, tidak memasuki zona yang dilarang, dan mematuhi batas aman yang telah ditentukan. Ikuti juga arahan petugas selama berada di kawasan perairan,” ujar Welly.
Tim gabungan juga memasang banner berisi imbauan larangan melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.
BKSDA Tegaskan Krakatau Bukan Kawasan Bebas Aktivitas
Sujadi dari BKSDA menegaskan kawasan Gunung Anak Krakatau merupakan bagian dari kawasan konservasi yang memiliki ketentuan khusus.
Masyarakat maupun wisatawan wajib mematuhi batas zona yang telah ditetapkan dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang dilarang.
“Larangan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kawasan konservasi sekaligus untuk menjaga keselamatan masyarakat. Kami mengimbau nelayan dan wisatawan agar mematuhi batas zona yang telah ditetapkan dan tidak melakukan aktivitas di area terlarang,” ujar Sujadi.
Panpan menegaskan patroli gabungan akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di perairan sekitar Krakatau.
“Kami mengimbau masyarakat, nelayan maupun wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan mematuhi radius larangan. Jangan mengambil risiko hanya untuk mendapatkan pengalaman atau pemandangan dari jarak dekat,” tegasnya.
Hingga patroli berakhir, kondisi di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau dilaporkan aman dan kondusif.
(Red)
![]()










