Beranda / Tulang Bawang / Dugaan Pencurian Beruntun Terjadi di Sekolah IT Generasi Berlian Menggala, Yayasan Desak Polisi Ungkap Pelaku

Dugaan Pencurian Beruntun Terjadi di Sekolah IT Generasi Berlian Menggala, Yayasan Desak Polisi Ungkap Pelaku

BERITANEWSID.COM, TULANG BAWANG – Keamanan di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (IT) Generasi Berlian, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung mulai menjadi perhatian serius pihak yayasan. Pasalnya, dalam waktu berdekatan terjadi dugaan pencurian terhadap sejumlah fasilitas sekolah dan barang dagangan kantin, Senin (31/8/2026).

Rangkaian kejadian tersebut membuat pihak Yayasan Islam Terpadu Generasi Berlian merasa resah. Mereka kemudian meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan mengungkap pelaku.

Peristiwa pertama diketahui pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026. Sejumlah fasilitas sekolah dilaporkan hilang, di antaranya selang air sepanjang kurang lebih 50 meter yang biasa digunakan untuk menyiram taman di sekeliling sekolah.

Tidak hanya itu, dua buah ambal berukuran besar yang merupakan fasilitas Masjid Islam Terpadu Generasi Berlian juga dilaporkan hilang dari dalam ruangan masjid.

Mengetahui kejadian tersebut, Wakil Ketua Yayasan Islam Terpadu Generasi Berlian, Jonisanjaya, langsung menghubungi salah seorang anggota SPK Polsek Menggala, Babe Kasno, untuk menyampaikan laporan awal mengenai kehilangan fasilitas sekolah.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada pihak yayasan, Babe Kasno meminta agar kejadian tersebut dibahas lebih lanjut pada Senin bersama Kanit Reskrim.

“Tunggu hari Senin, Pak. Kita bahas dengan Kanit. Nanti kita selidiki dulu hari Senin. Saya sampaikan dengan Kanit Reskrim Polsek Menggala,” ungkap Babe Kasno.

Namun, sebelum persoalan kehilangan fasilitas tersebut selesai ditindaklanjuti, dugaan pencurian kembali terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB, pihak sekolah mendapati kantin milik Yayasan Islam Terpadu Generasi Berlian dalam kondisi dibobol. Sejumlah barang yang berada di dalam kantin dilaporkan hilang.

Barang yang raib antara lain satu tabung gas beserta selang gas serta makanan dan barang dagangan yang baru dibeli untuk keperluan berjualan. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta.

Rentetan kejadian tersebut membuat pihak Yayasan Islam Terpadu Generasi Berlian mempertanyakan keamanan lingkungan sekolah.

Menurut pihak yayasan, lingkungan sekitar sekolah juga kerap menjadi tempat berkumpul sejumlah orang hingga larut malam, bahkan ada yang bertahan sampai mendekati waktu salat Subuh.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama, terlebih lokasi sekolah menyimpan berbagai fasilitas pendidikan dan fasilitas ibadah.

Wakil Ketua Yayasan Islam Terpadu Generasi Berlian, Jonisanjaya, bersama Ketua Yayasan, Perdiansa, kemudian meminta aparat kepolisian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian dugaan pencurian tersebut.

Jonisanjaya juga mendatangi Polsek Menggala untuk melaporkan secara resmi dugaan pencurian dan perusakan kantin sekolah.

Laporan tersebut diterima oleh penyidik Polsek Menggala untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Minta Pelaku Segera Diungkap
Pihak yayasan berharap kepolisian tidak hanya mengungkap pelaku pencurian di kantin, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan hilangnya sejumlah fasilitas sekolah sebelumnya.

“Kami berharap aparat kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mengungkap pelakunya. Keamanan lingkungan sekolah harus menjadi perhatian, karena ini menyangkut fasilitas pendidikan dan fasilitas masjid,” ujar pihak yayasan.

Pihak yayasan juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Mereka meminta adanya peningkatan pengawasan dan keamanan di sekitar lingkungan sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih diharapkan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap siapa pelaku di balik dugaan pencurian tersebut.

Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan ruang bagi pihak kepolisian maupun pihak terkait untuk menyampaikan keterangan resmi mengenai penanganan perkara tersebut.

(Joni/Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *